Farewell Notice 

Beberapa hari lagi saya akan kembali ke UK untuk melanjutkan studi S3, tentunya konsekuensi yang harus saya ambil adalah meninggalkan BUMN terbesar di Indonesia dimana saya sudah berkiprah hampir 10 tahun terakhir ini. Banyak pengalaman baik suka dan duka yang akhirnya saya rangkum dalam sebuat Farewell Notice sebagai kata-kata perpisahan saya kepada rekan-rekan kerja di BUMN tersebut. Meski sebetulnya saya ingin share Farewell Notice tersebut, tapi mohon maaf niat ini harus saya urungkan karena beberapa hal menyangkut refleksi saya atas beberapa kekurangan yang ada pada perusahaan. Surat tersebut murni saya maksudkan sebagai refleksi untuk rekan-rekan saya yang masih bekerja disana untuk dapat memaksimalkan potensinya masing-masing demi kemajuan perusahaan.

Tidak saya duga Farewell Notice saya tersebut menjadi email viral, bahkan patut disayangkan karena sampai ada yang mengirimnya keluar perusahaan. Tentunya hal tersebut menimbulkan pro dan kontra. Mungkin ada beberapa pihak yang tersinggung. Tapi buat saya daripada tersinggung ya mending berubah aja, hehe..

Banyak feedback positif dan apresiasi yang saya terima, tapi ada juga beberapa sindiran negatif yang saya dengar dilontarkan oleh beberapa pihak. Sangat disayangkan tidak ada satu pun pihak yang menyindir saya berani menyampaikan secara langsung sehingga bisa menjadi awal diskusi yang membangun. Bahkan kata-kata yang kurang pantas sempat di screen shoot dan dikirimkan oleh rekan saya. Hebatnya kata-kata tersebut dilontarkan oleh seorang petinggi Serikat Pekerja perusahaan tersebut.

Masukan negatif sering membuat kita sakit hati diawal, tapi sesaat kemudian kita mesti sadar bahwa hal-hal semacam inilah yang selalu dialami oleh orang besar. Semakin tinggi derajat seseorang, maka semakin tinggi juga orang yang melontarkan hal-hal negatif kepadanya. Bukan kah banyak Nabi yang mendapatkan pertentangan dari para raja kafir yang dzolim? Hal inilah yang membuat saya justru bangga mendapatkan sindiran dari petinggi Serikat Pekerja tersebut, haha..

Apa yang ingin saya sampaikan dalam artikel ini adalah “selama kita merasa benar, maka sampaikanlah”. Tapi jangan anti terhadap kritik yang membangun. Selama kita benar kemungkinannya hanya dua, kalo ada yang suka dan mengamalkan menjadi amal jariyah, namun kalo ada yang tidak suka dan mengolok-olok kita akan jadi penghapus dosa. Enak kan?

Jadi sampaikanlah selalu kebenaran meski berpotensi menyakitkan demi kebaikan. 

Ingin diskusi dengan saya? Silahkan tulis dikolom komentar atau mention saya di twitter: @Surya_Anindita

Posted in Life | Tagged , , , , | 2 Comments

Influencing People Around You

Last week I visited one of the production unit my company owned in Cilacap, Central Java. Unexpectedly, a senior employee approaching me and shook my hand, “You are Surya, right? You were assigned in Central Java area if I’m not mistaken. We met several years ago”. To be honest, I was totally forget. He mentioned his name to remind me and told me that we met when I conducted internal training for the company. During the training, I taught about investment and one of the topic was about real estate investment. We had a discussion about it and surprisingly that discussion lead him to bought a used house in Yogyakarta. 

“I bought a house near Ambarrukmo Plaza (it is one of the most crowded shopping mall in Yogyakarta), for Rp 400 million in 2011. It is now worth around Rp 1,2 billion”, he told me his story. “That is wonderful”, I said. “I renovated the house and make it as a guest house”, he continued his story. “I employ my relatives and the house make money for me!”, “That’s even better” I responded. Then he is thinking about selling it, but I advised him not to since he is going to retire soon and the property is good enough to work for him during his retirement. But, if he has to sell it, I ask him to add the business value for the property instead of selling the house based on market price only. “If you really have to sell it, please consider the business value of your guest house. Do not use the market price only, but you have to add the business value on it”.

In the end of our conversation, he thanked me once again for the knowledge I shared. I can only smile and thanked him back, but deep in my heart I was shocked. I never really thought that my words can give a real impact in someone’s life. In a nutshell, we can influence anyone, anywhere with anything we do. Whether we mean it or not. Somebody might inspired by us to do good or bad things. It means that we need to make sure what we inspired people to do is in somethings positive. So, be careful for what we do and say, because it might influence others in an unexpectedly forms. We might not know..

If you want to discuss further, please feel free to write some comments or mention me at twitter: @Surya_Anindita

Posted in Life, Property | Tagged , , , , , | 2 Comments

This Is Not Goodbye..

Artikel saya kali ini adalah extended version dari apa yang pernah saya sampaikan dalam acara perpisahan warga Leeds 2014-2015 di kediaman Ketua PPI Leeds periode yang sama pada akhir Agustus 2015 yang lalu dan juga sempat saya singgung dalam pamitan kami pada pengajian Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (KIBAR) cabang Leeds beberapa hari sebelum kepulangan kami ke Indonesia pada bulan September 2015.

Artikel ini saya persembahkan kepada rekan-rekan kami di Leeds periode 2014-2015 dimana pun kalian berada saat ini. Namun demikian, semoga artikel ini juga akan memberikan manfaat kepada para pembaca yang lain.

Setahun sudah kebersamaan kita hidup bersama dalam satu kota di perantauan yang terpisah setengah dunia dari Indonesia. Kalo dibilang tidak terasa, tentu itu sebuah kebohongan belaka karena tentunya dalam setahun tersebut tersimpan berbagai kenangan yang tiada akan terlupakan. Di bulan Desember ini, tiba lah saat kelulusan dimana masing-masing dari kita akan menapaki langkah baru kehidupan dengan berbagai tantangan yang siap menghadang. Beberapa dari kita mungkin akan dipertemukan kembali atau justru menapaki jalan bersama, namun buat sebagian lagi bisa jadi ini merupakan sebuah perpisahan. Untuk itu, ijinkan saya untuk berbagi beberapa hal yang semoga bermanfaat di dalam kita menapaki jejak langkah kehidupan kita berikutnya.

Do not ever worry about money

Ya, jangan pernah khawatirkan tentang uang. Banyak diantara kita yang sering kali mengkhawatirkan tentang uang. Ada yang berpendapat bahwa menjadi PNS adalah pekerjaan paling aman, suami-istri salah satu harus jadi karyawan yang bergaji rutin supaya ada jaminan tiap bulan bisa makan, dan mitos-mitos yang lain. Sering kali kita lupa bahwa yang bisa menjamin itu hanya Allah swt. Rezeki itu sudah ada yang menjamin, tidak akan habis rezeki kita sebelum ajal tiba.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai manusia bertakwalah kepada Allah dan pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, karena tidaklah suatu jiwa akan mati hingga terpenuhi rezekinya, walau lambat rezeki tersebut sampai kepadanya, maka bertakwalah kepada Allah dan pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, ambillah rezeki yang halal dan tinggalkanlah rezeki yang haram” (HR. Ibnu Majah, dan Syaikh Al-Albani menshahihkannya).

Jadi, daripada berfokus untuk mencari pekerjaan bergaji besar, fokuslah terlebih dulu untuk mencari tahu hal-hal yang kita sukai dan berpotensi memberikan manfaat kepada orang lain. Sebagaimana kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

Mengapa harus hal yang kita sukai? Karena tidaklah mungkin kita melakukan yang terbaik pada bidang yang tidak kita sukai, dan bagaimana mungkin kita bisa memberikan manfaat secara maksimal kalo tidak melakukan yang terbaik?

Do your best in things you love and make sure it will benefit others” (M. Surya Anindita)

Dengan melakukan pekerjaan yang kita sukai, kita akan bisa berkontribusi maksimal dan jadi ahli pada bidang tersebut. Di situ lah kita bisa memaksimalkan potensi kita untuk memberikan kebermanfaatan kepada orang lain.

Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value” (Albert Einstein)

Do your best for your family

Apapun yang akan kita lakukan nanti, ingatlah bahwa kita selalu punya keluarga untuk kembali. Jadi jangan pernah lupakan mereka meski terkadang kita harus terpisah kota bahkan negara. Pesan saya dalam hal ini terutama kepada kedua orang tua kita yang sering kita lupakan ketika kita sudah berkeluarga dan tenggelam dalam rutinitas harian.

Do your best for your parents as they already did for you” (M. Surya Anindita)

Seringkali kita lupa bahwa bisa jadi dibalik kesuksesan kita, bukan karena usaha keras kita, tapi lebih dipengaruhi oleh doa kedua orang tua kita. Jadi berikanlah yang terbaik kepada mereka terutama buat rekan-rekan yang masih beruntung memiliki kedua orang tuanya. Seringkali yang mereka inginkan bukan materi tapi melihat kesuksesan anaknya didalam memastikan hidupnya bermanfaat bagi sesama dan tentunya a simple ‘hello’ among your daily activities.

“You don’t turn your back on your family, even when they do.” (Dominic Toretto)

Remember, we are family

30 tahun yang lalu saya mendapatkan pengalaman serupa ketika di ajak ayah saya mengambil gelar masternya di Filipina. Disana kami memiliki banyak teman sesama pelajar Indonesia dan sering kali kami melakukan kegiatan bersama seperti halnya yang kita lakukan di Leeds. Persahabatan orang tua saya dan rekan-rekannya ternyata terus berlanjut meski sudah kembali ke tanah air dan terpisah antar kota. Setiap ada kesempatan beliau masih berusaha untuk menyambung tali silaturahim ke rekan-rekannya dan begitu pula sebaliknya. Mereka saling mengunjungi, baik ketika ada acara khusus seperti pernikahan maupun hanya sekedar mampir ketika ada dinas keluar kota. Masih segar dalam ingatan saya ketika mereka ikut membantu ayah saya ketika saya mau menikah, dari sekedar meminjamkan mobil hingga ikut mengkarantina saya, hehe.. Bahkan ketika bulan Januari 2015 yang lalu ayah saya mendahului mereka menghadap Allah swt, mereka berdatangan ke Jogja untuk ikut mengantarkan beliau ke peristirahatannya yang terakhir dimana saya sebagai putranya justru berhalangan karena masih di UK. Semoga kita bisa meneladani persahabatan beliau.

Seperti yang sudah saya singgung di atas, tiba saatnya bagi kita untuk menapaki jejak langkah kehidupan kita berikutnya. Berbagai profesi akan kita jalani dan bukan tidak mungkin sebagian dari kita akan berada di pihak yang berseberangan suatu saat nanti. Bisa jadi ada yang produknya saling bersaing dipasaran, siapa tahu juga ada yang bersaing di kancah politik atau bahkan hukum. Ketika masa itu tiba, ingat lah selalu bahwa kita adalah keluarga, yang pernah menapaki hidup bersama dalam indahnya suasana empat musim di Leeds. Silahkan untuk bertanding secara profesional, tapi di akhir hari pastikan ada waktu untuk berbagi tawa dan cerita dengan kehangatan secangkir kopi.

“I don’t have friends, I got family.” (Dominic Toretto)

To sum up, follow you passion in order to do your best in the things that you love and benefit others. Secondly, do your best for your family especially your parents as they already did for you and remember that no matter what happens we will always be family.

Good luck with the next steps of your life, may the success always be with you and I hope our path will cross again in some points in time…

Posted in Life | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Arus Hidup

Banyak orang masih berprinsip bahwa hidup itu biarlah mengalir seperti air sungai. Padahal hanya sampah dan ikan mati yang mengalir sesuai arus sungai, ikan hidup biasanya berani melawan arus. Anti mainstream kalo anak muda sekarang bilang. Kadang berat memang kalo harus selalu melawan arus, akan lebih mudah untuk mengikuti arus. Tapi arus yang seperti apa? 

Tentukan sendiri arus hidupmu, ikuti kata hatimu, temukan passion-mu. Jalani hidup sesuai takdir ilahi akan lebih mudah dan bermakna. Caranya tidak lain dengan lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan berdoa. Dengan lebih mengenal-Nya, kita akan lebih mengenal diri kita. Dengan mengenal diri kita, siapa kita dan untuk apa kita diciptakan, maka akan lebih mudah untuk menjalani hidup ini sesuai grand design yang sudah disiapkan untuk kita. Tidak ada jaminan bahwa jalan hidup kita akan mulus tanpa rintangan, namun dengan menjalani arus hidup kita sendiri, rintangan sesulit apapun akan lebih mudah kita hadapi. 

Apapun tujuan akhir kita, pastikan saja sepeninggal kita dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali. Build your legacy..

Ingin diskusi dengan saya? Silahkan tulis dikolom komentar atau mention saya di twitter: @Surya_Anindita

Posted in Life | Tagged , , , | Leave a comment

Ramadhan, I Miss You..

Tonight is the last night of Ramadhan and tomorrow will be Eid Al-Fitr. It should be a happy moment for many of us to celebrate the victory we had after doing all the ibadah in the month of Ramadhan. Unfortunately it is also a sad moment to let the most blessing month, Ramadhan, to go and we do not know whether we can meet the next Ramadhan or not.

I just came home from the Mosque after Isya’ prayer and performing takbir. I realise that I am going to miss this moments. Actually this is not my first Ramadhan abroad, I have experienced Ramadhan in several other countries before. However, I felt this Ramadhan is more special. It is not just because we have to fast for more than 18 hours a day, but it is also the experience to blend with many other moslems around the world with different cultures. I am definately going to miss the shalatul tarawih at midnight, sleepless night waiting for sahoor time, and iftar at Leeds Grand Mosque.

May Allah swt forgives all of our sins, accept our ibadah and giving an opportunity to meet the next Ramadhan wherever we are next year.

 Taqabbalallahu minna wa minkum..

 

If you want to discuss further, please feel free to write some comments or mention me at twitter: @Surya_Anindita

Posted in Life | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Growing Old Is An Option

“You’re the same today as you’ll be in five years except for the people you meet and the books you read.”
― Charlie “Tremendeous” Jones

Somehow Charlie was right, but now I think he might add some other points, like the movie you watch and the people whom you follow on twitter 😊

However, today is my birthday and as long as I can remember this is the first birthday I enter in the middle of witir prayer during the month of Ramadhan. It was wonderful to have a birthday in the Masjid without nobody notices it, except Allah swt and my self.

Reflecting on the years goes bye, I realize there are many chapters that I have been through and I don’t have any idea how many chapters left for me to continue this journey before it comes to the end. But one thing for sure, I always thank to Allah swt for what I have today and for the person I become.

As Charlie quotes in the beginning of this passage, I won’t be like who I am today without the contribution of the people Allah swt sent to my life. Eventhough sometimes we cannot choose who we will meet but we still can actively choose our community, our close friends and with whom we will spend most of our time. It is very important thing to do, because it might determine the person you will become.

Ten years ago, when I start my professional career in an international company and building my network through communities, I tend to spend most of my time with my seniors. They were my colleagues at work and my business partners. Some of them were just managers and some others were very senior person who held key positions in their company or organizations. That kind of communities allow me to grow much faster, my world change rapidly, my brain stretched, and the way I see things will never be the same again.

Nowadays, things have change. Although I keep on looking for the opportunity to grow, amazingly it leads me to some groups of young people who teach me how fun life can be, how important to keep the young spirit inside on our way to reach our dreams, and nevertheless, they have limitless of fresh ideas just to do what they want to do without too many bullshit consideration. Surprisingly, some of them are also dedicate their life to give benefit for others.

They are bunch of energetic young talented people from all over Indonesia. Some of them are public speakers, book writers, travelers, entrepreneurs, and off course, students. Spending time with them make me feel at least ten years younger. I begin to see things from different perspective. I realize the time has change the way we see things. One particular phenomenon can be seen differently ten years ago comparing to now. It does not count the technology it self, but the way human thinks is somehow evolving through time.

However, I learn more from the youngsters than from the senior in the last few years. Surely they have a better chance to have a more meaningful life in the future, despite of whom they are today. One thing for sure, I really enjoy my time with them. Playing drama to represent our country and joining the basketball team in a real competition are like walking through time back in high school. Hope this brotherhood and sisterhood will last forever.

Back to the quote from Charlie, it is possible to get younger as long as you surrounded by the youngsters. Growing old is an option my friends!

If  you want to discuss further, please feel free to write some comments or mention me at twitter: @Surya_Anindita

Posted in Life | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Detachment

Dubai, November 2004. I remember the first international conference I attended. Many things I learnt from that moment from many great speakers and new friends from around the world. Amazingly I got invited to have personal meeting with one of the main speaker to his house and we discussed many things about life and business until 4 or 5 am! 

One lesson that I found very useful and meaningful is about how we should live our life without any attachment. I know it is not easy to understand, it needs deep thought to digest the idea and apply it. Basically it is about to live without bonding. It is true that as social creatures, human being should live in society, helping each other, and counting on each other. But as an individual we should not rely on others and specially on things too much. We should learn to release something that we do not need anymore. Do not ever getting attach with it. Someday we have to learn to let it go. The most important thing is what lies within us, the intangible moments, words, and time we shared.

Many years later, I begin to understand and apply it through time. Now, when your life can be put into a suitcase, you might really understand what a detachment means. When you experienced a point of no return, you might realize what detachment is all about. Then when you have no one but God, you will find your true self and the meaning of your life. It is merely not about having or owning, but it is more about giving. In the end, what we give is what matter the most. Release your attachment.

So, do not ever settle, travel as often as you can. Go see the world, experienced your life in a suitcase or carrier bag and face the point of no return. Living a life without any attachment will make your life lighter and probably closer to Your Creator.

If you want to discuss further, please feel free to write some comments or mention me at twitter: @Surya_Anindita

Posted in Life | Tagged , , , , , , , , , | 2 Comments